Diktator Teknokrasi dan Matinya Kemanusiaan Dalam Trase Jalan TOL
"....ruang hidup yang cair, heterogen, dan sakral itu direduksi menjadi sekadar angka koordinat dan kalkulasi waktu tempuh logistik. Ini adalah...
"....ruang hidup yang cair, heterogen, dan sakral itu direduksi menjadi sekadar angka koordinat dan kalkulasi waktu tempuh logistik. Ini adalah...
"......sepiring makanan dari meja penguasa yang penuh kemewahan adalah sebuah penghinaan besar jika ditukar dengan kedaulatan mereka yang telah...
Karena itu, memperhadapkan adat dengan pembangunan merupakan cara berpikir yang keliru sejak awal. Adat bukan lawan pembangunan. Adat adalah...
Begitulah Minangkabau, mereka bertahan bukan karena semua orang berotak seragam atau selalu sepakat dalam segala hal. Mereka langgeng karena...
Sejatinya, pertanyaan “untuk siapa ilmu humaniora?” adalah pertanyaan tentang keberanian bercermin. Jika jawabannya hanya “untuk kampus”, maka krisis...
Birokrasi tak ubahnya seperti peternakan yang membudidayakan perbudakan, kepatuhan, dan ancaman serta rasa takut. Mengkritik semua yang datang dari...
Sebab manusia Minang bukan ditakdirkan untuk menyelam dalam nostalgia, melainkan untuk menyeberang terus ke masa depan.
"Harmoninya tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari keberanian untuk berdebat, menerima kontradiksi, dan memasak semua rasa zaman dalam kuali...
"Agar bambu menjadi pembuluh, sekat-sekat di dalamnya harus dibuka atau dijebol terlebih dahulu. Bukan dihancurkan seluruhnya, tapi diolah,...