Harmoni dari Benturan Ego Minangkabau

Harmoni dari Benturan Ego Minangkabau

Begitulah Minangkabau, mereka bertahan bukan karena semua orang berotak seragam atau selalu sepakat dalam segala hal. Mereka langgeng karena perbedaan diberi panggung, konflik diarahkan energinya, dan kesepakatan dikunci dengan tanggung jawab.

Tulisan Terbaru

Untuk Siapa Ilmu Humaniora?

Sejatinya, pertanyaan “untuk siapa ilmu humaniora?” adalah pertanyaan tentang keberanian bercermin....

Logika Kapitalisme Akademik

Birokrasi tak ubahnya seperti peternakan yang membudidayakan perbudakan, kepatuhan, dan ancaman...

Baniah yang Tak Pernah Digadangkan, Dekonstruksi Mentalitas Zona Nyaman

Sebab manusia Minang bukan ditakdirkan untuk menyelam dalam nostalgia, melainkan untuk menyeberang...

Renungan Minangkabau: Harmoni dalam Kontradiksi

"Harmoninya tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari keberanian untuk berdebat, menerima...

Di Antara Ruas Bambu dan Ruang Bicara

"Agar bambu menjadi pembuluh, sekat-sekat di dalamnya harus dibuka atau dijebol terlebih dahulu....

Video Terbaru

Ruang terbuka untuk berdiskusi tentang Filsafat, Adat, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau.

🔔 Subscribe Channel

Berlangganan Newsletter