Diktator Teknokrasi dan Matinya Kemanusiaan Dalam Trase Jalan TOL

Diktator Teknokrasi dan Matinya Kemanusiaan Dalam Trase Jalan TOL

"....ruang hidup yang cair, heterogen, dan sakral itu direduksi menjadi sekadar angka koordinat dan kalkulasi waktu tempuh logistik. Ini adalah arogansi akut kaum teknokrat yang merasa memiliki hak mutlak untuk merekayasa hajat hidup manusia dari atas ke bawah (top-down)."

Tulisan Terbaru

Menolak Bersyukur atas Piring MBG

"......sepiring makanan dari meja penguasa yang penuh kemewahan adalah sebuah penghinaan besar jika...

Antara Beton Tol dan Akar Adat Minangkabau

Karena itu, memperhadapkan adat dengan pembangunan merupakan cara berpikir yang keliru sejak awal....

Harmoni dari Benturan Ego Minangkabau

Begitulah Minangkabau, mereka bertahan bukan karena semua orang berotak seragam atau selalu sepakat...

Untuk Siapa Ilmu Humaniora?

Sejatinya, pertanyaan “untuk siapa ilmu humaniora?” adalah pertanyaan tentang keberanian bercermin....

Logika Kapitalisme Akademik

Birokrasi tak ubahnya seperti peternakan yang membudidayakan perbudakan, kepatuhan, dan ancaman...

Baniah yang Tak Pernah Digadangkan, Dekonstruksi Mentalitas Zona Nyaman

Sebab manusia Minang bukan ditakdirkan untuk menyelam dalam nostalgia, melainkan untuk menyeberang...

Video Terbaru

Ruang terbuka untuk berdiskusi tentang Filsafat, Adat, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau.

🔔 Subscribe Channel

Berlangganan Newsletter